Kembali ke Kota Kupang

28 April

Setelah meninggalkan Kota Dilli kemarin, kami kembali melewati Pos Perbatasan Moto Ain dan langsung menuju Atambua. Sampai di Atambua, nasi Padang jadi pilihan makan siang. Yang ntah kenapa siang itu terasa nikmat sekali, seolah-olah sudah berbulan-bulan kami meninggalkan tanah air. Padahal baru 3 hari yang lalu😅.

Perjalanan dilanjutkan hingga petang tiba. Kami menginap di sebuah mesjid di area Kefamenanu. Ada serombongan jamaah tabligh yang sedang menginap di situ.

Pagi harinya lepas adzan dan sholat Subuh kami meneruskan perjalanan. Lagi-lagi kami singgah di Rumah Makan Padang untuk sarapan pagi itu😄.

Kami sampai di Kota Kupang menjelang Ashar. Sebagai hiburan setelah berjalan dan menginap non stop di motorhome selama lebih dari 10 hari, kami putuskan menginap di hotel malam itu. Hotel A*aris kesukaan Sabiya.

Tidak jauh dari hotel, ada sederetan ruko terdiri dari restoran ayam waralaba, rumah makan Padang dan spa. Wah kebetulan. Hakim dan Sabiya memilih makan ayam buatan Kolonel sementara Ambu dan Abah, sudah bisa ditebak, makan nasi padang lagii😄. Setelah makan, Hakim dan Sabiya pulang ke hotel sementara Ambu dan Abah pijetan di spa. Ah enaknya.

Malam hari kami kedatangan tamu, Om Deni Secaatmaja, kawan Abah waktu di kantor Jakarta dulu. Kami ngbrol macam-macam tentang perjalanan dan liputan Om Deni di Kupang.

Kembali ke Tanah Air

27 April

Pagi ini kami bersiap-siap hendak kembali ke Kupang. Ketika Ambu mau masak sarapan, kami kedatangan Ibu Flo dan Pak Max yang membawa pisang goreng dan seabreg oleh-oleh. Pisang goren dan obrolan seru jadi sarapan kami pagi itu. Ngomong-ngomong soal tamu kita pagi itu, Pak Max dan Bu Flo sama-sama keturunan Ambon tetapi berKTP Jogja. Keduanya sudah lama tinggal di Dilli. Kami bercerita seru tentang suka duka menjadi WNI di Timor Leste dan dinamika hubungan TL dan Indonesia.

Kami kembali menyusuri jalan berdebu yang konon sudah berbulan-bulan tak kunjung usai dirampungkan oleh kontraktor asal Tiongkok. Terimakasih Timor Leste, terimakasih untuk pelajarannya terutama mengenai rasa syukur bahwa kami masih menjadi bagian dari NKRI.